The Best Father

Papaku itu,
Tak pernah letih
Di sela-sela tanggung jawab yang menumpuk
Mencintai kami
Dengan caranya sendiri
Dengan senyum simpulnya
Dengan tawa lepasnya

Papaku itu,
Seorang seniman tak henti berkarya
Seniman kehidupan
Dengan petikan gitarnya
Dengan sapuan kuasnya
Dengan permainan wayangnya
Laksana dalang sungguhan

Papaku itu,
Sudah bertambah tua
Bertambah kerut di wajahnya
Seiring dengan cinta kami
Yang terus bertambah
Memenuhi tiap kerutanmu
Setiap tarikan nafasku
Tak henti kumohon padaNya
Tolong jaga papaku, Tuhan

Ah, papa..
Kau tahu, kami mencintaimu?
Kau tahu, bahwa melihatmu saja
Rasa syukur tak henti terucap

Note: untuk Papa yang berulang tahun hari ini, be strong Pap, you know we love you..

Advertisements

untuk mama

Mama sayang,
Ku berdoa agar kebahagiaan berteman akrab denganmu
Ku berharap kesedihan tak sering sering mengunjungimu
Ku yakin kekuatan selalu diberikanNya disetiap hela nafasmu

Anakmu,
Penuh salah dan dosa
Namun penuh cinta
Walau tak sepenuh cintamu

Mama sayang,
Selamat hari ibu
Kubersyukur atas kasih sayangmu
Layaknya angin kehidupan
Menyejukkan dan menghidupiku

Bukan Sekedar Logam Recehan

receh1Coba lihat di kantong celanamu, di kantong bajumu, di dompet, di atas kulkas, di atas meja, ada logam recehan yang tercecer? kembalian jajan di warung, makan siang, atau sekedar nemu logam recehan?

Mulai sekarang, jangan dicuekin yah 😀 Ada inspirasi baru, dari temen-temen kita disini, yang mengajak kita mengumpulkan recehan yang tercecer untuk membantu orang lain yang membutuhkan. Recehan yang sepertinya terlupakan itu, alangkah lebih baik jika kita menjadikannya sesuatu yang kita ingat. Membantu sesama, bukankah merupakan memori yang paling indah? 🙂

Untuk info lebih lengkap dan jadwal pengumpulan koinnya bisa dipantau disini 🙂

Nilai recehan yang tak seberapa, tentunya jadi berlipat jika kita gabungkan dengan teman-teman kita apalagi jika dikumpulkan dalam jangka waktu tertentu. Yang tak seberapa bagi kita, bisa menjadi sangat berharga bagi orang lain lho 🙂

Jadi, ayo cari toples buat menampung recehan kita 😉

The Wanderer

thewanderer
Di mana ini?
Aku belum pernah tau tempat ini
Terima kasih telah membawaku kemari
Walau tak lama
Aku bisa ambil indahnya
Jangan khawatir
Aku bisa keluar sendiri
Susah payah
Karena aku lupa jalan pulang
Ah, tak apa
Toh aku pernah menyusurinya
Kapan aku sampai ya?
Kamu berlari terlalu cepat
Mengejutkan
Tau-tau sudah tidak ada
Ah, tapi pasti aku akan keluar
Kau tunggu saja disana

Twilight The Movie

Ini dia film yang ditunggu-tunggu pada pecinta Edward Cullen sang vampir tampan itu. Saya menonton filmnya di acara nonton bareng Premier Twilight yang diadakan oleh kutukutubuku.com. Kali ini saya nonton bersama soulmate saya, yang sepertinya lebih mencintai Edward daripada dirinya sendiri *lebay* 😆 Bersyukur banget saya gak ketinggalan semenit pun, karena pagi itu saya bangun amat sangat kesiangan. Fiuhh. Dateng-dateng langsung duduk, eh gak lama kemudian film pun dimulai. *horeeeee*

ladybug436

****

Film ini merupakan visualisasi dari novel roman berjudul sama, yang menceritakan percintaan unik antara manusia dan vampir yang penuh tantangan dan pengorbanan. Bagi pecinta film vampir, siap-siap kecewa. Karena Edward dan keluarganya tidak menunjukkan kevampirannya seperti yang dibayangkan. Ini memang film drama, yang kebetulan melibatkan vampir di dalamnya 😀 Menurut orang awam mungkin bisa dikatakan film ini hanya berupa film drama remaja biasa yang berisikan romantika tokoh-tokoh utamanya. Buku yang difilmkan? Jangan berharap terlalu banyak. Detil-detil yang ada di buku tidak terlalu banyak disampaikan di sini. Jadi, nikmati saja visualisasi Edward yang digambarkan begitu sempurna itu *halah* 😀

Cerita dimulai dari Isabella Swan, gadis remaja yang baru saja pindah ke Fork untuk menemani ayahnya. Di sini Bella mulai memasuki sekolah barunya, bertemu teman-teman baru, suasana yang baru, dan tentu saja keajaiban barunya. Pertemuannya dengan Edward Cullen membuat hidup Bella yang mellow menjadi lebih bergairah. Menyadari bahwa dirinya sedang jatuh cinta setengah mati dengan seorang vampir, saat itu pulalah bahwa setiap detik kebersamaannya dengan Edward sama dengan mencumbui kematiannya sendiri. Edward tidak pernah menginginkan darah manusia sedemikian rupa sampai dia bertemu dengan Bella. Adegan pertama kali Bella duduk di sebelah Edward saat kelas Biologi, menunjukkan betapa Edward gemetar menahan hasratnya akan darah Bella. Bagi yang belum baca bukunya mungkin kurang mengerti, akting Edward itu maksudnya apa. Duduk gelisah, menutup hidung, dan badan gemetar menahan diri, menggambarkan dia tersentak karena wanita di sebelahnya sangat mengundang nafsunya untuk membunuh dan menghisap darahnya.

twilight-vampire-and-love-interest2

Kisah ini mencapai klimaksnya saat Edward berduel dengan James the Hunter alias vampir pemburu yang menginginkan darah Bella. Endingnya gampang ditebak kan? Akhirnya James berhasil dikalahkan, dengan bantuan saudara-saudara Edward tentunya, dan Bella pun selamat sentausa, masih sebagai manusia. Tak lupa adegan penutupnya yaitu adegan Edward dan Bella menghadiri acara prom night, lengkap dengan slow dance romantis yang membuat iri setiap perempuan termasuk sayah itu.

****

Adegan favorit saya: tentu saja saat Edward membawa Bella terbang sambil melompati tiap dahan pohon hingga mencapai puncaknya. Mereka bercumbu di antara dahan dan ranting pohon sambil menikmati pemandangan dari atas yang membuat meleleh itu *omaygaaaatt iri skali sayah sama Bella!* Pemandangannya sangat menyegarkan mata Adegan favorit lainnya :  saat permainan baseball ala vampir, keren, keren, kerennnn 😀

Bagi pecinta Edward Cullen *termasuk sayah*, udah pasti pasti dong wajib nonton.. Makanya saya ikutan nonton premiernya supaya bisa pamer kalo udah nonton duluan 😛 Acara kemaren itu udah bisa dipastikan dihadiri oleh cewek-cewek penggila Edward, yang kebanyakan abegeh gitu loh.. Alhasil, selama saya nonton, berusaha banget untuk fokus memperhatikan, mendengarkan dan menikmati ni film. Kenapa memangnya?? Lha wong tiap Edward nongol mereka pada jejeritan histeris gitu kok yaaaa…*DOH* Salah tempat banget nih nontonnya… Berasa tua, lha aku pengen jerit-jerit juga tapi kok udah gak panteeeess *ngikik* 😆

Eh ternyata, disana saya ketemu chika! *pelukpeluk chika* Kapan kita bedua-duaan lagi chik? 😉

Jadi, udah nonton Twilight? Berapa kali? Saya baru dua! 😆

***Your scent is like a drug to me. Like my own personal brand of heroin..–Edward Cullen***