Telpon

pissed phone call

Coba ya, berapa kali kamu-kamu ngerasa pengen mbanting telpon atau handphone? Lebih sering berkaitan sama syapa? orang tua, temen, rekan kantor, atau kekasih?

Sebagian besar mungkin menjawab pilihan terakhir. Bener gak? Urusan komunikasi, dalam hal ini berhubungan lewat telepon, seringkali bikin mood saya amburadul ndak jelas. Is that true? or it’s just me?

Cewek yang cenderung menggunakan perasaannya untuk berpikir seperti sayah kalo lagi kumat gituh daripada menggunakan otaknya, kadang kala tidak bisa berpikir jernih. Komunikasi lewat telpon, harus dilandasi rasa kepercayaan. Lha mana tau saat pasangan menelpon, ada yang sedang dirinya lakukan? Ngapain? sama siapa? knapa jadi riwil gini ya?

Apalagi kalau dia barusan sms, trus kita telpon, malah gak diangkat. Lha kareppe piye seh? Namun, jika kita sedikit, eh jangan sedikit ding, agak banyak, menggunakan otak atau setidaknya berpikir secara logis, kita bisa pelan-pelan membaca situasi. Jam berapa sekarang? biasanya dia lagi apa? apa tadi dia cerita mau melakukan suatu hal sehingga tidak bisa nerima telpon? dan pertanyaan-pertanyaan lain yang sebenarnya bisa sedikit menenangkan jika kita bisa berpikir logis.

Jadi intinya apa? Ya pokoknya saya ndak suka kalo telpon saya gak diangkat-angkat! Lagi ngapain siiihh?!!

Ini postingan emang ndak jelas. Sumprit. 😆