Oh shit, i fell in love with the wrong guy.

couple space

Love is unpredictable. Datang dari mana saja, siapa saja dan kapan saja. Tapi pernahkah teman-teman merasakan cinta yang tidak pada tempatnya? Errrr..maksudnya gimana tuh? Ya, jatuh cinta pada orang yang salah. Cinta itu sendiri tidak pernah salah, namun yang bias jadi yang kurang tepat adalah obyeknya. Ada banyak kasus, saya akan sedikit memaparkan kasus-kasus yang biasa terjadi.

Kasus pertama. Jatuh cinta pada mantan pacar sahabat kita sendiri yang ternyata sahabat kita masih mengharapakan mantannya itu. Oh well, pertanyaan yang selanjutnya sudah pasti; “Kamu memilih cinta atau persahabatan? Love may come and go, but friend stays forever. Jadi, pikirkan baik-baik keputusanmu..” Yang mengalami hal ini, sudah pasti sulit mengambil keputusan. Apalagi kalau sang sahabat tidak bisa mengerti, atau langsung bereaksi keras. Sudah pasti pertengkaran gak mungkin dihindarkan sepanjang belum ada yang mengalah. Dan tentu saja persahabatan kalian terancam punah.

Kasus kedua. Jatuh cinta pada kekasih orang lain. Setelah masa-masa pendekatan, Anda yakin bahwa he’s the one for you. And suddenly one little fact blows your hope. He already belongs to someone else. And you feel like going to kill yourself, or her. Jika akhirnya si pria memutuskan pacarnya dan memilih kita, apakah Anda akan menerimanya? Selain kenyataan bahwa si pria telah melakukan perselingkuhan, dan Anda sebagai selingkuhannya. Bagaimana rasanya? Nothing? Because love is blind? Well, it’s your choice then.

Kasus ketiga. Jatuh cinta pada pria beristri. Wohohooo.. This is a tough one. Anda mungkin akan mengutuk diri Anda sendiri kenapa bisa-bisanya mencintai suami orang lain. Namun ya itu tadi, cinta itu unpredictable. Cinta itu buta, that’s why love cupids are made blind. Jika itu terjadi pada Anda, segera lupakan. Pikirkan perasaan istrinya jika Anda memutuskan untuk tetap mendekati si pria. Suatu saat Anda akan menjadi seorang istri bukan? And now try to put your position on her.

Kasus keempat. Anda dan kakak/atau adik mencintai orang yang sama. Huff.. Yang tua yang ngalah. Sekarang faktor penentu adalah pihak si lelaki. Ketika dia telah membuat pilihan, terimalah dengan lapang dada. Hei, dia itu saudara kandungmu! Di sini kedewasaan dituntut untuk melangsungkan hubungan baik di masa yang akan datang. Apabila si lelaki adalah benar jodoh dari salah satu dari kalian, persaudaraan itu nomor satu. Keluarga adalah tempat terakhir mengadu dan bergantung. Hubungan baik antara saudara kandung adalah nomor satu.

Mungkin masih banyak contoh kasus-kasus lain. Mind for sharing?

Now the question is; have you ever fallen in love with the wrong person? Then, what do you do? Want to kill yourself? You’ve gotta be kidding, there’s still so many fish in the sea, darling…. Bahasa jawanya, masih banyak ikan di laut jeung.. Ehehehehehhe…