2010 Wishlist

Saya gak pengen yang muluk-muluk.

Di tahun yang akan datang saya pengen :

1. Bikin orang tua lebih bahagia dari taun ini.
2. Tuhan selalu memberikan kesehatan untuk kedua orang tua saya. Paling gak tahan liat ortu sakit. Sumpah deh.
3. Adik-adikku sukses di sekolahnya. Yang perempuan jadi dokter gigi, dan yang satunya masuk UI. *amiin*
4. Living a much better life with my love of my life.
5. Lebih dekat dengan Tuhan.
6. Lebih dekat dengan keluarga, bagaimanapun cara yang Tuhan kasih.
7. Berusaha mengurangi sifat buruk saya, yaitu emosian. Semoga saya bisa lebih kalem.
8. Lebih banyak sedekah

Segitu saja dulu. Semoga saja jalannya dimudahkan untuk semua itu. *Amiiiiiinn*

Untuk apa-apa yang dicapai dan didapat di 2009 ini, ndak usah saya sampaikan di sini. It’s too much. Because everyday is a present from me, I have no right to complaint 🙂

Note: Gambar diambil dari sini.

Advertisements

The Palace of Illusions


Sejujurnya saya merasa telat sekali menemukan buku yang menakjubkan ini. Bagi pecinta kisah Mahabharata, buku ini nggak boleh dilewatkan. The Palace of Illusions menceritakan kisah Mahabharata dari sudut pandang Dropadi. Tau dong Dropadi? Iya, istri dari Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa, para Pandawa. Selama ini saya belum terlalu mengerti, bagaimana sih sebenarnya kehidupan Dropadi itu. Bagaimana sih sebenarnya cara pandang dia terhadap kehidupan yang dijalaninya sebagai putri Raja Drupala pemimpin kerajaan Panchala, sebagi istri para Pandawa, dan sebagai seorang pemimpin.

Ya, selama ini dalam kisah Mahabharata sosoknya tidak terlalu detil diceritakan. Hanya bagian-bagian penting saja, seperti bagaimana dia mengadakan sayembara untuk mencari suami, bersuamikan Pandawa, dan bagaimana dia sangat dipermalukan saat pesta perjudian antara Pandawa dan Korawa.

Kisah Dropadi di sini dimulai saat dilahirkan dari api bersama kakak lelakinya, menjalani kehidupan di istana bersama dayang-dayang kesayangannya, mengadakan sayembara untuk mencari suami yang pantas untuknya, jatuh cinta pada pandangan pertama, memperoleh kerajaan yang diidamkannya, kemudian kehilangan kerajaannya, diungsikan di hutan, mendapat anugerah penglihatan khusus akan masa depan saat perang Bharatayuda terjadi di padang Kurusethra, sampai dengan akhir hayatnya di pegunungan suci bersama para Pandawa.

Dropadi tidak seperti putri kerajaan biasa. Dia tidak punya teman, bukan karena apa-apa, melainkan dia tidak senang bergaul bersama perempuan-perempuan lain yang hanya hobi bergosip, memamerkan pakaian, perhiasan, dan tatanan rambut. Dia tidak pernah berhenti bertanya. Kulitnya yang hitam, membuat dirinya sering merasa kesakitan karena dayang-dayangnya selalu menggosok kulitnya secara berlebihan dengan harapan kulitnya bisa memutih. Dropadi tahu kalau hal tersebut percuma saja. Namun demikian, kecantikan dan perangainya kelak mengundang decak kagum banyak lelaki.

Jiwa pemimpinnya sudah terlihat sejak remaja. Dia hanya berteman dekat dengan kakak lelakinya Dre, karena hanya dia yang mengerti jalan pikirannya. Selain Dre, orang yang sangat berarti bagi Dropadi adalah Khrisna, pemimpin kerajaan Dwaraka. Khrisna sudah menjadi seperti saudara, pembimbing spiritual, teman curhat, pokoknya tempat mengadu segala macam hal.

Buku ini banyak memaparkan perasaan-perasaan dari Dropadi. Keresahannya menjalankan takdir sebagai pengubah sejarah, perubahan perangainya menjadi lebih keras, angkuh, pemarah, namun tetap dicintai oleh banyak pihak, terutama suami-suaminya. Namun sebenarnya dirinya menyadari akan sifat buruknya itu. Dipermalukan di depan banyak orang karena suaminya kalah berjudi, membuat dirinya bersumpah tidak akan mencuci dan menyisir rambutnya sebelum dirinya bisa mencuci rambutnya dengan darah Korawa yang telah merebut semua miliknya dan milik suaminya. Istana khayalan yang menjadi kebanggaannya habis sudah dipergunakan sebagai taruhan judi oleh Yudhistira. Bagaimana mungkin dirinya yang seorang perempuan, istri, dan pemilik kerajaan tidak murka?

Ada cerita lain yang sangat menarik di sini. Sebelumnya saya belum pernah tau. Belum tau atau lupa, ya sama saja. Pokoknya membuat napas saya tertahan saat mengetahuinya. Siapa cinta sejati Dropadi, siapa anggota Pandawa yang dicintainya, (dan itu hanya satu orang saja), siapa Pandawa yang paling romantis, dan banyak lagi kisah dia yang mengagumkan. Hubungan istimewanya dengan Prabu Khrisna, istimewa bukan dalam arti hubungan pria dan wanita. Tetapi bagaimana Khrisna telah menjadi cahaya hidup Dropadi. Bagaimana kecemburuan Dropadi dengan Wara Subadra yaang cantik dan lemah lembut, istri dari Arjuna. Namun kecemburuannya itu disadarinya sebagai hal yang tidak perlu, karena Subadra dengan rela merawat dan membesarkan putra-putri dari Dropadi saat mereka diasingkan ke hutan.

Kisah Dropadi dalam buku karya Chitra Banerjee Divakaruni ini sangat memukau. Banyak lagi kisah-kisah para tokoh Mahabharata yang juga sangat menarik. Setiap bab membuat kita ingin terus membacanya sampai dengan halaman terakhir tanpa berhenti. I really really really enjoy reading this book. And it’s truly a-breath-taking-book.

Note: lebih jauh tentang tokoh-tokoh Mahabharata bisa dicari di wikipedia loh. Kumplit lah 😆

Morning Conversation With Mother

“Dil, bangun.. Ngantor gak?”
Sayup-sayup terdengar suara mama dari kamar sebelah.
Aku belum sepenuhnya terbangun.
Namun alarm handphone-ku sudah menghentikan mimpiku lebih dini.

Mataku setengah terpejam.
Kuisi ceret sampai agak penuh, menyalakan kompor. Memasak air hangat untuk mandiku.
Kasur yang masih hangat jadi sasaranku selanjutnya. Meneruskan tidur.”

“Dil, mama udah matiin kompornya..” .
“Iya mah..”
Sudah jam 05.40. Saatnya mandi dan bersiap-siap.

Selesai mandi, solat, kubereskan semua isi tas.
Aku siap berangkat.
Perlahan kubangunkan mama yang kembali terlelap.
” Mah, Dilla berangkat dulu..”.
Kucium tangan kanannya.
” Roti tawarnya di meja bulet, jangan lupa dibawa.”

Pagi itu kumulai dengan roti tawar meses buatan mama.

====================================================

====================================================

PS: Cerpen ini atau entah apa lah namanya terdiri dari 100 kata. Ternyata susah ya buat cerita yang pas 100 kata. Terinspirasi dari buku 100Kata yang baru saya beli minggu lalu. Buku yang keren banget!

Oh iya, selamat Hari Ibu untuk semua Ibu di seluruh dunia. Tanpa kalian, kami bukan apa-apa.

gambar diambil dari sini.

MarkPlus Conference 2010 : Connect!

sengaja jongkok, soalnya kalo berdiri tulisannya ketutupan :))

Sebelumnya terima kasih buat buat MarkPlus atas tiket gratisannya :), saya berkesempatan menghadiri MarkPlus Conference 2010 di Ritz Carlton Pasific Place 10 Desember yang lalu. Dengan jumlah peserta sekitan 4000-an orang, sepertinya gak salah kalau event ini disebut sebagai the biggest marketing conference in Asia. Eh bener ga? 😀

Acara dimulai pukul 09.00, cukup on-time, dan dibuka oleh bapak Hermawan Kartajaya dengan ucapan selamat datangnya. Beliau menyampaikan strategi baru untuk menyambut tahun 2010. Dalam acara ini beliau juga me-launching buku terbarunya yang berjudul “Ubud : The Spirit of Bali” dan “Connect!”. Untuk buku Connect ini tersedia 500 kopi pertama beserta tanda tangan beliau.

2010. The sky looks brighter, but the uncertainty is the new normality. Begitu yang disampaikan oleh HK. Secara tidak langsung, dapat diartikan bahwa keadaan pasar di Indonesia akan lebih baik, kesempatan untuk berkembang lebih terbuka, namun jangan lupa bahwa segala hal dapat terjadi. Tidak ada sesuatu hal yang pasti, kondisi bisa berubah dalam waktu singkat, oleh karena itu kita harus terbiasa dengan itu. Ketidak pastian sudah menjadi sesuatu yang normal, segala antisipasi sudah semestinya kita persiapkan. Terdengar teoritis ya? 😆

Well, HK menyebutnya dengan 10 new wave strategies. Kata kuncinya adalah connect!. Itu strategi pertama. Kita punya 3 poin connectors yaitu mobile, experiential, dan social. Dengan 3 tools tersebut kita gunakan untuk menjaring pasar dengan pendekatan horizontal. Why mobile? karena sekarang sudah jamannya internet yang bisa diakses kapanpun, di manapun kita mau dan masyarakat mulai tak terpisahkan dengan itu. Experiential, pengalaman, apapun itu kalau kita mengalaminya atau terlibat secara langsung, tidak akan mudah terlupakan oleh kita. Ajak konsumen untuk ikut terlibat dalam kegiatan-kegiatan offline dalam membangun brand awareness.

Tiga tools di atas dioptimalkan untuk melakukan product management, brand management dan customer management. Untuk target pasarnya, fokus pada tiga subcultures yaitu youth, women, dan netizen. Jumlah anak muda yang tidak sedikit ini, menjadi salah satu target karena biasanya anak muda suka mencoba hal-hal baru, senang diapresiasi dan dianggap exist. Tujuannya di sini bukan market share, karena anak muda, remaja, mungkin sebagian besar belum berpenghasilan. Namun mind share-lah yang di harapkan. Bagaimana brand anda melekat atau paling tidak ter-recognize oleh mereka.

Sedangkan wanita, khususnya ibu rumah tangga, mereka bertanggung jawab penuh terhadap ‘pemenuhan’ kebutuhan keluarganya. Mereka yang ‘berkuasa’ mengatur keuangan, yang biasanya sang suami tinggal kasih uang belanjanya saja. Wanita ini adalah pengambil keputusan, produk apa yang paling sesuai dengan kantong dan kebutuhan. Jadi, rebut hati para wanita, dan Anda akan mendapatkan market share.

Terakhir adalah netizen, masyarakat online, masyarakat pengguna internet. Jika new wave marketing dimulai dengan community, maka netizen ini adalah salah satunya. Pada dasarnya orang itu senang berkumpul, dan biasanya bersama orang-orang yang memiliki kegemaran yang sama. Onliners di Indonesia yang jumlahnya sangat banyak ini, jika diperhatikan akan membentuk suatu komunitas yang juga tidak sedikit. Rasa kepemilikan terhadap komunitas, membuat mereka memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi antar anggotanya. Biasanya komunitas ini punya ‘pentolan’ atau ‘kepala suku’-nya lah. Biasanya, kalau kepala suku-nya sudah dipegang, tidak sulit untuk mengajak para ‘pengikut’nya. Namun, pendekatan yang dilakukan tidak bisa dengan cara yang konvensional. Para onliners itu tidak seperti jurnalis yang butuh berita dan mendapatkan bayaran dari situ. Pendekatan secara personal akan jauh lebih baik. Di sini adalah heart share yang kita tuju. Jika mereka terkesan, senang, atau mendapatkan sesuatu yang menarik, mereka tidak akan segan-segan membaginya dengan teman2 lain di dunia maya maupun real. Jaman internet seperti ini, kekuatan word of mouth sudah tidak perlu disangsikan lagi 😀

Sebenarnya masih ada sesi-sesi lain yang saya ikuti. Seperti sharing session yang dibawakan oleh bank BRI, Toyota dan Kaskus yang berbagi mengenai strategi new wave apa saja yang telah mereka lakukan beserta hasil yang mereka capai. Saya dan fany juga ikut sesi Brand vs Character bersama Desi Anwar dari Metro Tv dan perwakilan dari Caring Colors. Dilanjutkan dengan sesi New Cring Service oleh Direktur Samapta Polda Metro Jaya, PT. Blue Bird, dan Garuda Indonesia yang kebetulan dirutnya, Bpk Emirsyah menjadi Marketer of The Year.

So, see you on the next MarkPlus Conference 2011! *berharap tiket gratisan lagi* 😛

with Bp Hermawan Kartajaya, dan Bp Irwan Hidayat (Sido Muncul)

Detik-detik Syuting-syutingan

Jadi ceritanya mo ikut2an lomba bikin film 60 detik yang temanya Detik dalam hidupku. Awalnya si ini, si ono dan saya sih iseng-isengan doang, tapi kok jadi niat ya? 😆 Syutingnya cuma 1 hari sih, lumayan dapet 3 film. Itupun dengan peralatan seadanya. Untuk tripodnya aja untungnya si peri gigi Dita berbaik hati meminjamkan miliknya *peyukpeyukdita*
Suka dukanya banyak banget. Dari yang musti berangkat pagi karena ngejar matahari, maklum ada yang di outdoor soalnya, sampe suara abis kebanyakan ngomong *tuntutan skenario* *halah* 😆
Walopun gak masuk finalis, pengalaman yang didapet seru banget! ya, kan kite jadi ngerti gimana rasanya arteis-arteis itu syuting-syutingan 😆
Buat yang penasaran hasilnya pegimana, slamat menonton ya..hihihih…
jadi malu… 😛
UPDATE : dua video kita masuk finalis, total semuanya 13 finalis. Walaupun gak menang, seneng banget bisa masuk final bareng video2 lain yang super duper keren! 😀
Continue reading

Things You Hate in the Mall

Kayanya sekarang ini gak ada yang gak suka ke mall ya? Kalaupun ada, pasti cuma sedikit, dan walopun gak suka, kadang terpaksa ke mall juga entah untuk kepentingan pribadi atau orang lain, disuruh nemenin pacar misalnya. Mall atau pusat perbelanjaan sekarang ini memang sudah jadi semacam tempat hiburan atau ‘pariwisata’ yang jadi pilihan setiap minggu, atau bahkan setiap hari. Ngaku aja deh yang suka sakaw kalo kurang ke mall, walopun cuma sekadar numpang ngadem 😆

Anyway gak semua hal di mall itu menyenangkan juga sih. Kemarin saya iseng bikin pernyataan di plurk tentang kata-kata yang saya benci kalo di mall. Ada beberapa contoh dari respon-respon di sana nih :

1. New Arrival
Cuci mata, liat-liat baju, naksir, liat harga, liat plang di atas gantungan : New Arrival. Damn! Gak diskon pastinya inih! huuuuuu,,,,,

2. 10% discount
Diskon macam apa itu? Ngasih diskon kok gak niat. cuih!

3. Discount up to 70%.
Tentu saja dengan tulisan “up to” yang sangat kecil, kalo perlu transparan. Barang yang diskon 70% bisa diitung jari, dan dengan kondisi mengenaskan.

4. Discount 50%…..for 2nd item.
Cuih! cuih! Model begini ini yang bukin esmosi. Udah tau kalap liat diskon 50%, eh gak taunya ada tulisannya : for 2nd item, yang tentu saja sangat kecil, kalo perlu transparan *sengaja diulang kata2nya* . Alhasil, baju yang udah dicobain, balikin lagi ke gantungan. Huh! kirain diskon.

5. Potongan tunai Rp 50.000 untuk minimum purchase Rp 100.000, setelah belanja Rp 150.000, berlaku hari ini.
Biasanya ditulis di struk belanja sebelumnya. Menggiurkan. Tapi jadi menyebalkan kalo yang dijual produk-produk dengan harga yang buntutnya “9.900” . Bali baju ga ada yang 50.000, adanya 49.900. Beli dua, cuma 99.800. “Masih kurang 200 perak lho mbak..”, kata mbak2 SPG. Arrggghhh… gini nih kalo dasarnya medit 😆 Pengennya untung sebanyak mungkin.

Itu kayanya baru sebagian ya. Ada yang mau nambahin? Pengalaman pribadi mungkin? wkwkwkwk… 😆

note: gambar diambil dari sini.

Afterwork Recharge

Buat saya yang setiap harinya punya waktu kerja yang udah hampir pasti, dari jam 8 sampe jam 5 *ya kadang lebih sih kalo ada disuruh misalnya* rasanya suka bosen sama ritme kerja yang gitu-gitu aja. Rasanya tiap hari musti ada refreshing, sekedar alesan biar gak mati gaya.

Kadang tuh ya, saya suka kepengen lho, pulang kerja gitu, bisa hang out bareng temen-temen kantor. Tapi kayanya gak mungkin banget. Kenapa? karena ga ada yang asik buat diajak hang out atau sekedar jalan-jalan *doh* Di sini tuh ya isinya, ibu-ibu tua , bapak-bapak tua , mbak-mbak dan mas-mas juga ada sih, tapi ya gitu deh. Gak enak ngomongnya. 😛

Yang sepantaran sih ada, 1-2 orang *dikit kaaan?* tapi, secara di sini semua staff pada jaoh-jaoh rumahnya, biasanya jam 5 teng udah duduk manis di jemputan. Boro-boro mikirin mampir jalan-jalan dulu, nyampe jemputan langsung merem, tidur, trus nunggu sampe rumah deh. Sedangkan daku, kalo udah di jemputan biasanya tidur eh mikir : pulang ke kost atau kelayapan dulu ya? 😆

Ya gini deh nasib nguli jauh dari pusat kota tapi tetep gak mau ketinggalan or kelupaan begaol 😆 Abis seharian di pabrik maunya pindah seharian di mall atau di mana kek, yang penting bisa ngecharge batre biar besoknya tetep semangat kerja. Pulang ke rumah di tengah minggu itu juga penting banget buat sekedar menikmati kasur rumah., ngambil baju, ketemu mama, ngobrol sambil kelonan, atau sekadar guling-gulingan di kasur 😆

Tapi bukan berarti gak ada temen kantor buat hang out membuat saya kehabisan akal buat sekedar afterwork recharge. Sebenernya tuh saya seneng banget nikmatin ‘me ‘ time, di mana aja deh. Menikmati film baru di bioskop, sekedar makan enak untuk memanjakan perut dan mood, ke toko buku buat numpang baca, banyak sih sebenernya. Oh iya satu lagi, liat-liat baju, nyoba-nyobain baju yang akhirnya gak tahan untuk gak beli.

Masih untung banget perjalanan pulang ke kost pasti ngelewatin mall, yang ada bioskopnya juga. Wah itu lumayan banget untuk sekedar pelarian abis ngelewatin rutinitas kerja hari ini. Dan untungnya lagi, saya tuh tipe orang yang menikmati kesendirian. Gak harus, musti, kudu, wajib ada temen untuk sekedar bersenang-senang. Lha yang mau seneng-seneng kita kok, jadi gak perlu tergantung orang lain. Tapi kalo sama pacar lain ya ceritanya, itu mah kebutuhan gyahahhahahaha..

So, what do you do for your afterwork recharge? 😀