New Age : 26

Tulisan ini bukan spesial untuk postingan ulang tahun lho ya, soalnya udah telat 3 hari 😆 Sekedar pengingat saja, bahwa tanggal 2 April kemarin ini saya menginjak usia yang ke-26. Udah tua, mesthi temuwo. Udah pantes jadi orang tua *eh iya gak sih?* *mengamini*.

Usia yang baru, tentu dengan tantangan yang baru di tahun ke depan. Nggak lupa, dengan status baru ini, tentunya punya tanggung jawab yang baru dan tentunya lebih besar 🙂
Saya cuma ingin mengingatkan diri sendiri agar selalu bersyukur akan hal sekecil apapun yang diberikan olehNya. Karena kadang kala kita lupa untuk itu *berkaca pada diri sendiri* 😀

Untuk semua temanteman yang berbaik hati telah meluangkan waktunya untuk memberi ucapan dan mengirimkan birthday wishes untuk saya, terima kasih banyak ya 🙂
Terakhir, untukMu sang Maha Pemberi, terima kasih atas kado terindah dariMu 🙂

2010 Wishlist

Saya gak pengen yang muluk-muluk.

Di tahun yang akan datang saya pengen :

1. Bikin orang tua lebih bahagia dari taun ini.
2. Tuhan selalu memberikan kesehatan untuk kedua orang tua saya. Paling gak tahan liat ortu sakit. Sumpah deh.
3. Adik-adikku sukses di sekolahnya. Yang perempuan jadi dokter gigi, dan yang satunya masuk UI. *amiin*
4. Living a much better life with my love of my life.
5. Lebih dekat dengan Tuhan.
6. Lebih dekat dengan keluarga, bagaimanapun cara yang Tuhan kasih.
7. Berusaha mengurangi sifat buruk saya, yaitu emosian. Semoga saya bisa lebih kalem.
8. Lebih banyak sedekah

Segitu saja dulu. Semoga saja jalannya dimudahkan untuk semua itu. *Amiiiiiinn*

Untuk apa-apa yang dicapai dan didapat di 2009 ini, ndak usah saya sampaikan di sini. It’s too much. Because everyday is a present from me, I have no right to complaint 🙂

Note: Gambar diambil dari sini.

Morning Conversation With Mother

“Dil, bangun.. Ngantor gak?”
Sayup-sayup terdengar suara mama dari kamar sebelah.
Aku belum sepenuhnya terbangun.
Namun alarm handphone-ku sudah menghentikan mimpiku lebih dini.

Mataku setengah terpejam.
Kuisi ceret sampai agak penuh, menyalakan kompor. Memasak air hangat untuk mandiku.
Kasur yang masih hangat jadi sasaranku selanjutnya. Meneruskan tidur.”

“Dil, mama udah matiin kompornya..” .
“Iya mah..”
Sudah jam 05.40. Saatnya mandi dan bersiap-siap.

Selesai mandi, solat, kubereskan semua isi tas.
Aku siap berangkat.
Perlahan kubangunkan mama yang kembali terlelap.
” Mah, Dilla berangkat dulu..”.
Kucium tangan kanannya.
” Roti tawarnya di meja bulet, jangan lupa dibawa.”

Pagi itu kumulai dengan roti tawar meses buatan mama.

====================================================

====================================================

PS: Cerpen ini atau entah apa lah namanya terdiri dari 100 kata. Ternyata susah ya buat cerita yang pas 100 kata. Terinspirasi dari buku 100Kata yang baru saya beli minggu lalu. Buku yang keren banget!

Oh iya, selamat Hari Ibu untuk semua Ibu di seluruh dunia. Tanpa kalian, kami bukan apa-apa.

gambar diambil dari sini.

Lebaranku

Momen lebaran itu, identik dengan kumpul bersama keluarga. Saya bersyukur, kali ini masih bisa merasakan Lebaran sebagaimana mestinya, bersama keluarga. Rasanya berlebaran tanpa keluarga, belum pernah tau, sedih pastinya ya? 😦

Berkumpul dengan keluarga besar, silaturahmi, sungkem dengan saudara yang lebih tua, merupakan potret ideal suasana Lebaran. Namun mungkin sedikit berbeda dengan apa yang saya alami. Tidak sesempurna itu, tapi tetap sempurna bagi saya.

Buat teman-teman yang berkesempatan untuk berlebaran bersama keluarga, bersyukurlah. Namun bagi yang sebaliknya, berbahagialah karena sesungguhnya keluargamu bertambah di sana 🙂

Belum terlambat untuk maaf-maafan kan?
Slamat Idul Fitri 1430 H.. Mohon maaf lahir dan batin.. Maafkan jika ada postingan yang kurang berkenan yah.. Have a great holiday! 🙂

#1 cerita hari ini

LoveDistance

Perempuan ‘single’ yang  tidak ‘single’.  Sang kekasih berada di ruang waktu yang berbeda. Ia terlihat kuat dan mandiri karena terbiasa sendiri.

Salah satu cobaan terberat dalam menjalin hubungan adalah saat kondisi tidak atau belum memungkinkan kita berada dalam ruang dan waktu yang sama bersama pasangan.

Adakalanya keputusan yang terbaik untuk saat ini adalah berjauhan dalam jangka waktu  tertentu. Bersabar untuk segala kebaikan. Dan perempuan itu, sedang menunggu kebaikan datang.

Memesan makan malam. Melepas penat. Bertanya-tanya bagaimana kabar kekasihnya hari ini. Tak lama ponselnya terhubung dengan suara yang menyejukannya setiap hari.

“Hallo.. Assalamualaikum.. lagi apa mas? Sudah makan?”

Percakapan demi percakapan.  Menghilangkan penatnya. Mengembalikan senyumnya.

HowtoMakeaLongDistanceRelationshipWork-main_Full

Ayunan langkahnya semakin ringan. Siap mengakhiri malam  dengan indah. Dan memulai esok bersama matahari.

Ilustrasi dari sini.

Oh cinta..

Kusadari
Kesalahan ini
Yang membuat segalanya gelap jadinya

Kasihku
Kuharap kau mau
Memaafkan
Menerima
Pengakuanku

Jangan kau diam lagi
Ku tak sanggup menahan
Bicaralah kau sayang
Jiwa ini tak tenang

Cinta jangan kau pergi
Tinggalkan diriku sendiri
Cinta jangan kau lari
Apalah arti hidup ini
Tanpa cinta dan kasih sayang

Sheila Madjid- Cinta Jangan Kau Pergi
fuer meine Liebe

This is my song of the day 🙂
Happy weekend y’all!

kekuatan kenangan

Siapa yang tak punya memori indah? Kenangan manis, yang membuatmu tersenyum simpul, tertawa, atau terbahak-bahak. Saya percaya, manusia yang selalu merasa sedih pun pastinya memiliki memori indah yang terselip atau tersimpan di sela-sela pikirannya.

Terkadang, di saat mood saya drop atau merasa tiba-tiba hampa, saya suka mengingat-ingat. Mengingat apa? Saya suka membawa kembali peristiwa-peristiwa indah yang terekam di pikiran. Apa saja. Yang membuat hati bergetar bersemangat. Yang mengembalikan senyum di bibir saat mendung menghampiri wajah kita.

Biasanya, setelah merefresh kembali pikiran kita dengan mengingat memori yang menyenangkan, timbul perasaan hangat di hati. Atau kadang hati yang sedang galau, tahu-tahu berdesir bahagia, bersyukur bahwa masi ada memori indah yang membuat kita tersenyum.

Ingat pertama kali jatuh cinta? Berhasil masuk kuliah di PTN. Ditelpon gebetan pertama kali? *deg-degannya itu lho :P* Tandatangan kontrak kerja. Pertama kali bisa setir mobil. Melihat senyum papa saat menerima kado ulang tahun. Senyum sumringah mama saat menyambut kita pulang ke rumah. Pertama kali bisa membelikan baju buat adik dengan uang hasil keringat sendiri. Bertemu teman baru yang ternyata sangat menyenangkan hingga tak sabar ingin bertemu kembali. Masa-masa seru sewaktu SMU, selalu menyenangkan untuk diingat bukan? 😀

Wow, memori indah seperti itu yang membuat saya ‘hidup’ 🙂 Membuat saya bersyukur bahwa begitu banyak hal indah dan membahagiakan yang dapat meluruhkan kesedihan atau kegalauan yang datang tanpa diundang. Kalau sudah begitu, harapan dan semangatku meluap, untuk membuat kembali memori-memori indah yang akan menjadi kekuatanku kelak. So, find your beautiful moments, your greatest memory, re-enjoy it, and be glad that you have those 😀

untuk mama

Mama sayang,
Ku berdoa agar kebahagiaan berteman akrab denganmu
Ku berharap kesedihan tak sering sering mengunjungimu
Ku yakin kekuatan selalu diberikanNya disetiap hela nafasmu

Anakmu,
Penuh salah dan dosa
Namun penuh cinta
Walau tak sepenuh cintamu

Mama sayang,
Selamat hari ibu
Kubersyukur atas kasih sayangmu
Layaknya angin kehidupan
Menyejukkan dan menghidupiku