The Palace of Illusions


Sejujurnya saya merasa telat sekali menemukan buku yang menakjubkan ini. Bagi pecinta kisah Mahabharata, buku ini nggak boleh dilewatkan. The Palace of Illusions menceritakan kisah Mahabharata dari sudut pandang Dropadi. Tau dong Dropadi? Iya, istri dari Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa, para Pandawa. Selama ini saya belum terlalu mengerti, bagaimana sih sebenarnya kehidupan Dropadi itu. Bagaimana sih sebenarnya cara pandang dia terhadap kehidupan yang dijalaninya sebagai putri Raja Drupala pemimpin kerajaan Panchala, sebagi istri para Pandawa, dan sebagai seorang pemimpin.

Ya, selama ini dalam kisah Mahabharata sosoknya tidak terlalu detil diceritakan. Hanya bagian-bagian penting saja, seperti bagaimana dia mengadakan sayembara untuk mencari suami, bersuamikan Pandawa, dan bagaimana dia sangat dipermalukan saat pesta perjudian antara Pandawa dan Korawa.

Kisah Dropadi di sini dimulai saat dilahirkan dari api bersama kakak lelakinya, menjalani kehidupan di istana bersama dayang-dayang kesayangannya, mengadakan sayembara untuk mencari suami yang pantas untuknya, jatuh cinta pada pandangan pertama, memperoleh kerajaan yang diidamkannya, kemudian kehilangan kerajaannya, diungsikan di hutan, mendapat anugerah penglihatan khusus akan masa depan saat perang Bharatayuda terjadi di padang Kurusethra, sampai dengan akhir hayatnya di pegunungan suci bersama para Pandawa.

Dropadi tidak seperti putri kerajaan biasa. Dia tidak punya teman, bukan karena apa-apa, melainkan dia tidak senang bergaul bersama perempuan-perempuan lain yang hanya hobi bergosip, memamerkan pakaian, perhiasan, dan tatanan rambut. Dia tidak pernah berhenti bertanya. Kulitnya yang hitam, membuat dirinya sering merasa kesakitan karena dayang-dayangnya selalu menggosok kulitnya secara berlebihan dengan harapan kulitnya bisa memutih. Dropadi tahu kalau hal tersebut percuma saja. Namun demikian, kecantikan dan perangainya kelak mengundang decak kagum banyak lelaki.

Jiwa pemimpinnya sudah terlihat sejak remaja. Dia hanya berteman dekat dengan kakak lelakinya Dre, karena hanya dia yang mengerti jalan pikirannya. Selain Dre, orang yang sangat berarti bagi Dropadi adalah Khrisna, pemimpin kerajaan Dwaraka. Khrisna sudah menjadi seperti saudara, pembimbing spiritual, teman curhat, pokoknya tempat mengadu segala macam hal.

Buku ini banyak memaparkan perasaan-perasaan dari Dropadi. Keresahannya menjalankan takdir sebagai pengubah sejarah, perubahan perangainya menjadi lebih keras, angkuh, pemarah, namun tetap dicintai oleh banyak pihak, terutama suami-suaminya. Namun sebenarnya dirinya menyadari akan sifat buruknya itu. Dipermalukan di depan banyak orang karena suaminya kalah berjudi, membuat dirinya bersumpah tidak akan mencuci dan menyisir rambutnya sebelum dirinya bisa mencuci rambutnya dengan darah Korawa yang telah merebut semua miliknya dan milik suaminya. Istana khayalan yang menjadi kebanggaannya habis sudah dipergunakan sebagai taruhan judi oleh Yudhistira. Bagaimana mungkin dirinya yang seorang perempuan, istri, dan pemilik kerajaan tidak murka?

Ada cerita lain yang sangat menarik di sini. Sebelumnya saya belum pernah tau. Belum tau atau lupa, ya sama saja. Pokoknya membuat napas saya tertahan saat mengetahuinya. Siapa cinta sejati Dropadi, siapa anggota Pandawa yang dicintainya, (dan itu hanya satu orang saja), siapa Pandawa yang paling romantis, dan banyak lagi kisah dia yang mengagumkan. Hubungan istimewanya dengan Prabu Khrisna, istimewa bukan dalam arti hubungan pria dan wanita. Tetapi bagaimana Khrisna telah menjadi cahaya hidup Dropadi. Bagaimana kecemburuan Dropadi dengan Wara Subadra yaang cantik dan lemah lembut, istri dari Arjuna. Namun kecemburuannya itu disadarinya sebagai hal yang tidak perlu, karena Subadra dengan rela merawat dan membesarkan putra-putri dari Dropadi saat mereka diasingkan ke hutan.

Kisah Dropadi dalam buku karya Chitra Banerjee Divakaruni ini sangat memukau. Banyak lagi kisah-kisah para tokoh Mahabharata yang juga sangat menarik. Setiap bab membuat kita ingin terus membacanya sampai dengan halaman terakhir tanpa berhenti. I really really really enjoy reading this book. And it’s truly a-breath-taking-book.

Note: lebih jauh tentang tokoh-tokoh Mahabharata bisa dicari di wikipedia loh. Kumplit lah 😆

Advertisements