Ngerumpi feat. Aidil Akbar

Pernah punya masalah dengan keuangan atau finansial? Kayanya gak ada yang gak pernah ya. Itu yang namanya duit emang suka bikin pusing. Ada duit kadang ya pusing juga mau dibelanjain buat apa, lah apalagi gak ada duit? 😆 Ih, ini ngapain sih pagi-pagi udah ngomongiin duit? Ya gak papa sih, cuman pengen bikin pusing yang baca aja. *dikeplak* 😆

Jadi ceritanya, Jumat kemarin (18/02) Ngerumpi.com ngadain kopdar lagi dan kali ini ada Aidil Akbar sebagai bintang tamunya. Jadi gak cuman bisa ketawa ketiwi haha hihi sambil ngerumpi bareng, kita juga bisa pusing dan stress dengerin sharing mengenai financial check up yang dibawain sama mas Aidil. Asik kaan? hyahaahahaaa…. *ketawa setan*

Sebenernya kemarin saya dateng agak telat, hampir setengah jam lebih dari dimulainya acara. Tapi untungnya, gak ketinggalan sesinya mas Aidil, pas banget deh. Pertama-tama, kita musti tau kondisi finansial kita. Sehat kah? sakit kah? atau malah sekarat? *glekk* Beberapa parameter yang bisa dipakai untuk financial check up antara lain : hutang, nilai kekayaan bersih (net-worth), alur kas (cash flow), dana darurat, asuransi, dan investasi.

Baiklah, saya coba sharing apa yang saya dapat waktu itu, jangan serius-serius bacanya hihihihi… Oia sebagian saya ambil dari livetweeting saat itu. Saya sendiri kurang paham urusan financial gini jadi maap ya kalo ada yang kira-kira salah, mungkin saya lagi meleng gak dengerin bener-bener, atau lagi bengong karena stress. 😆

Oke dimulai dari hutang. Yak, siapa yang punya utang? Alhamdulillah sih saya, Insya Allah gak punya. Mungkin ada tapi palingan utang temen buat jajan mie ayam *plakk*. Kartu kredit saya gak punya, karena ya itu, masih menganut malas berhutang. Ya kalo ada duitnya, dibeli aja, gak usah ngutang bayar di akhir bulan pake kartu kredit. Entah kapan saya bakal bikin kartu kredit, karena kalo urgent sih perlu juga.

Lanjut, nilai kekayaan bersih atau bisa dibilang aset. Aset bisa dibilang gak / belum punya. *nangis*. Mau kredit rumah atau rusunami belom sanggup euy. Trus kalo misalnya kalian udah mampu kredit rumah atau rusunami atau yang sejenisnya, baru bisa disebut aset kalau sudah berjalan lebih dari setengah periode. Karena pada setengah periode awal, yang kita bayar baru bunganya.

Alur kas, ya intinya pengeluaran itu haram hukumnya kalo lebih gede dari pendapatan *lirik cash flow sendiri*. Sebisa mungkin kita bisa saving 30% (ini sih menurutku). Namun kenyataannya, wahai para wanita, dapatkah Anda menahan diri untuk tidak menggunakan saving yang Anda punya untuk sepasang sepatu baru? tas baru? atau baju baru? Jawab sendiri ya. Jangan tanya jawabanku. Awas! Selanjutnya itu dana darurat, yang idealnya adalah senilai 1-3 bulan gaji *glekk*. Dana darurat itu biasanya sih buat perawatan di kala sakit misalnya, harus rawat inap, dan juga untuk biaya kematian. Ternyata biaya kematian termasuk urusan rumah sakit, pemakaman, selametan, de el el itu gak murah lho. Makanya sebaiknya kita punya dana darurat untuk keperluan yang juga darurat dan mendadak seperti itu.

Asuransi. Saya yakin temen-temen di sini sudah pernah ditawari produk asuransi. Menurut sharing kemarin, jika masih muda dan single sebaiknya punya asuransi kesehatan, bukan asuransi jiwa. Kalau misalnya sudah punya asuransi dari kantor gitu, tetep gak cukup, sebaiknya sih punya. Terakhir investasi. Untuk yang ini, harom hukumnya bagi orang-orang yang gak punya dana darurat 1-3 kali gaji. Ya iyalah, gak punya cukup dana ya gak usah maen-maen investasi dulu. 😆

Continue reading