Morning Conversation With Mother

“Dil, bangun.. Ngantor gak?”
Sayup-sayup terdengar suara mama dari kamar sebelah.
Aku belum sepenuhnya terbangun.
Namun alarm handphone-ku sudah menghentikan mimpiku lebih dini.

Mataku setengah terpejam.
Kuisi ceret sampai agak penuh, menyalakan kompor. Memasak air hangat untuk mandiku.
Kasur yang masih hangat jadi sasaranku selanjutnya. Meneruskan tidur.”

“Dil, mama udah matiin kompornya..” .
“Iya mah..”
Sudah jam 05.40. Saatnya mandi dan bersiap-siap.

Selesai mandi, solat, kubereskan semua isi tas.
Aku siap berangkat.
Perlahan kubangunkan mama yang kembali terlelap.
” Mah, Dilla berangkat dulu..”.
Kucium tangan kanannya.
” Roti tawarnya di meja bulet, jangan lupa dibawa.”

Pagi itu kumulai dengan roti tawar meses buatan mama.

====================================================

====================================================

PS: Cerpen ini atau entah apa lah namanya terdiri dari 100 kata. Ternyata susah ya buat cerita yang pas 100 kata. Terinspirasi dari buku 100Kata yang baru saya beli minggu lalu. Buku yang keren banget!

Oh iya, selamat Hari Ibu untuk semua Ibu di seluruh dunia. Tanpa kalian, kami bukan apa-apa.

gambar diambil dari sini.

Lebaranku

Momen lebaran itu, identik dengan kumpul bersama keluarga. Saya bersyukur, kali ini masih bisa merasakan Lebaran sebagaimana mestinya, bersama keluarga. Rasanya berlebaran tanpa keluarga, belum pernah tau, sedih pastinya ya? 😦

Berkumpul dengan keluarga besar, silaturahmi, sungkem dengan saudara yang lebih tua, merupakan potret ideal suasana Lebaran. Namun mungkin sedikit berbeda dengan apa yang saya alami. Tidak sesempurna itu, tapi tetap sempurna bagi saya.

Buat teman-teman yang berkesempatan untuk berlebaran bersama keluarga, bersyukurlah. Namun bagi yang sebaliknya, berbahagialah karena sesungguhnya keluargamu bertambah di sana 🙂

Belum terlambat untuk maaf-maafan kan?
Slamat Idul Fitri 1430 H.. Mohon maaf lahir dan batin.. Maafkan jika ada postingan yang kurang berkenan yah.. Have a great holiday! 🙂