Sherlock Holmes The Movie


Film yang ditunggu-tunggu para sherlockian di seluruh dunia akhirnya rilis juga. Sherlock Holmes, film karya sutradara Guy Ritchie, menceritakan kasus Sherlock Holmes (Robert Downey .Jr) bersama partnernya Dr John Watson (Jude Law) dalam memecahkan misteri pembunuhan yang dilatarbelakangi oleh Black Magic.

Kita tidak akan menemukan karakter Sherlock seperti yang digambarkan di buku-bukunya. Sherlock yang dingin, serius, pemain biola yang hebat, tidak pernah berkelahi secara fisik, tidak akan ditemukan dalam film ini melainkan kebalikannya. Sherlock di sini bisa dibilang ngeselin banget, doyan bercanda, jago berantem dan kadang melakukan hal-hal bodoh.

Jadi ini adalah film komedi. Bukan film serius-seriusan. Makanya peran Sherlock cocok banget dimainkan oleh Downey yang bisa bikin kita gemes karena kelakuan ngeselinnya dan tindakan masa bodohnya. Tapi urusan analisa orang dan kasus tetep jago dong. Padahal saya kepingin Jude Law yang jadi Sherlocknya, karena perawakannya cocok. Tapi kalau filmnya jadi komedi gini sih gak cocok lah, dia jadi Sherlock yang seriusan aja deh, jangan yang ngocol gini πŸ˜†

Tahun 2009 ditutup dengan manis oleh Sherlock Holmes. Film ini beneran menghibur banget! Saya aja sampe nonton dua kali πŸ˜†

Twilight The Movie

Ini dia film yang ditunggu-tunggu pada pecinta Edward Cullen sang vampir tampan itu. Saya menonton filmnya di acara nonton bareng Premier Twilight yang diadakan oleh kutukutubuku.com. Kali ini saya nonton bersama soulmate saya, yang sepertinya lebih mencintai Edward daripada dirinya sendiri *lebay* πŸ˜† Bersyukur banget saya gak ketinggalan semenit pun, karena pagi itu saya bangun amat sangat kesiangan. Fiuhh. Dateng-dateng langsung duduk, eh gak lama kemudian film pun dimulai. *horeeeee*

ladybug436

****

Film ini merupakan visualisasi dari novel roman berjudul sama, yang menceritakan percintaan unik antara manusia dan vampir yang penuh tantangan dan pengorbanan. Bagi pecinta film vampir, siap-siap kecewa. Karena Edward dan keluarganya tidak menunjukkan kevampirannya seperti yang dibayangkan. Ini memang film drama, yang kebetulan melibatkan vampir di dalamnya πŸ˜€ Menurut orang awam mungkin bisa dikatakan film ini hanya berupa film drama remaja biasa yang berisikan romantika tokoh-tokoh utamanya. Buku yang difilmkan? Jangan berharap terlalu banyak. Detil-detil yang ada di buku tidak terlalu banyak disampaikan di sini. Jadi, nikmati saja visualisasi Edward yang digambarkan begitu sempurna itu *halah* πŸ˜€

Cerita dimulai dari Isabella Swan, gadis remaja yang baru saja pindah ke Fork untuk menemani ayahnya. Di sini Bella mulai memasuki sekolah barunya, bertemu teman-teman baru, suasana yang baru, dan tentu saja keajaiban barunya. Pertemuannya dengan Edward Cullen membuat hidup Bella yang mellow menjadi lebih bergairah. Menyadari bahwa dirinya sedang jatuh cinta setengah mati dengan seorang vampir, saat itu pulalah bahwa setiap detik kebersamaannya dengan Edward sama dengan mencumbui kematiannya sendiri. Edward tidak pernah menginginkan darah manusia sedemikian rupa sampai dia bertemu dengan Bella. Adegan pertama kali Bella duduk di sebelah Edward saat kelas Biologi, menunjukkan betapa Edward gemetar menahan hasratnya akan darah Bella. Bagi yang belum baca bukunya mungkin kurang mengerti, akting Edward itu maksudnya apa. Duduk gelisah, menutup hidung, dan badan gemetar menahan diri, menggambarkan dia tersentak karena wanita di sebelahnya sangat mengundang nafsunya untuk membunuh dan menghisap darahnya.

twilight-vampire-and-love-interest2

Kisah ini mencapai klimaksnya saat Edward berduel dengan James the Hunter alias vampir pemburu yang menginginkan darah Bella. Endingnya gampang ditebak kan? Akhirnya James berhasil dikalahkan, dengan bantuan saudara-saudara Edward tentunya, dan Bella pun selamat sentausa, masih sebagai manusia. Tak lupa adegan penutupnya yaitu adegan Edward dan Bella menghadiri acara prom night, lengkap dengan slow dance romantis yang membuat iri setiap perempuan termasuk sayah itu.

****

Adegan favorit saya: tentu saja saat Edward membawa Bella terbang sambil melompati tiap dahan pohon hingga mencapai puncaknya. Mereka bercumbu di antara dahan dan ranting pohon sambil menikmati pemandangan dari atas yang membuat meleleh itu *omaygaaaatt iri skali sayah sama Bella!* Pemandangannya sangat menyegarkan mata Adegan favorit lainnya :Β  saat permainan baseball ala vampir, keren, keren, kerennnn πŸ˜€

Bagi pecinta Edward Cullen *termasuk sayah*, udah pasti pasti dong wajib nonton.. Makanya saya ikutan nonton premiernya supaya bisa pamer kalo udah nonton duluan πŸ˜› Acara kemaren itu udah bisa dipastikan dihadiri oleh cewek-cewek penggila Edward, yang kebanyakan abegeh gitu loh.. Alhasil, selama saya nonton, berusaha banget untuk fokus memperhatikan, mendengarkan dan menikmati ni film. Kenapa memangnya?? Lha wong tiap Edward nongol mereka pada jejeritan histeris gitu kok yaaaa…*DOH* Salah tempat banget nih nontonnya… Berasa tua, lha aku pengen jerit-jerit juga tapi kok udah gak panteeeess *ngikik* πŸ˜†

Eh ternyata, disana saya ketemu chika! *pelukpeluk chika* Kapan kita bedua-duaan lagi chik? πŸ˜‰

Jadi, udah nonton Twilight? Berapa kali? Saya baru dua! πŸ˜†

***Your scent is like a drug to me. Like my own personal brand of heroin..–Edward Cullen***

hmm.. Mamma Mia!!

Mamma Mia the Movie, salah satu film musikal yang menyenangkan untuk ditonton. Buat yang suka lagu-lagunya ABBA jangan sampe gak nonton loh.. Lagu-lagu ngetopnya ada semua disini kayak Dancing Queen, Chiquitita, Super Trooper, SOS, I hava a dream..masih banyak lagi yang lainnya..

Ceritanya tentang Sophie (Amanda Seyfried) , seorang gadis yang sedang bersiap-siap untuk menikah dengan lelaki pujaan hatinya. Di upacara pernikahannya, dia mendambakan seorang ayah yang akan mengantarkannya menuju altar. Iya, selama ini Sophie tidak pernah mengenal ayahnya, karena sang ibu, Donna (Meryl Streep) , tidak pernah menceritakannya. Donna memang tidak pernah menikah, setelah dia hamil, kekasihnya meninggalkannya untuk menikah dengan wanita lain. Jadilah dia hanya hidup berdua dengan putri semata wayangnya.

Suatu ketika, Sophie menemukan diary ibunya dan menemukan bahwa ternyata ada tiga orang pria yang melakukan dot..dot..dot..(titik-titik) dengan ibunya yang menyebabkan dirinya lahir di dunia ini… hihihihi…jadi Sophie mengundang 3 orang pria tersebut yang terdiri dari Sam Carmichael (Pierce Brosnan nan tampan ituh), Harry Bright (Colin Filrth), dan Bill Anderson ( Stellan Skarsgard); ke pernikahannya untuk mencari tau yang mana kira-kira bapaknya..

Dari awal film mata kita udah dimanjakan dengan pemandangan laut dan pulau yang indah banget. Setting filmnya di Yunani, nama pulaunya Kalkairi. Di pulau itulah Sophie dan ibunya tinggal dan menjalankan sebuah Hotel sehari-harinya. Lucunya, si anak dan si ibu sama-sama punya geng cewe yang sama-sama heboh! kocak banget deh ngeliat mereka..gak ibu gak anak sama gilanya..

Gengnya si Sophie, cewek-cewek abegeh yg brisik bin pecicilan..gengnya si Donna gak mau kalah, Donna and the Dynamos, hobinya tampil di panggung dengan gaya jadulnya nyanyiin lagu-lagunya ABBA.. yang paling gak nahan ya celana cutbray yang sangat bray di bagian bawah yang dipake trio Dynamos waktu tampil di bachelorette party-nya Sophie.. tapi ibu-ibu itu oke juga loh..

pecicilan banget khan?

pecicilan banget khan?

It’s a family movie πŸ™‚ mengingatkan kita alangkah senangnya memiliki keluarga yang selalu ada di dekat kita.. Dan filem ini lucu, beneran deh.. πŸ˜€ Jadi, kalo mau cari tontonan menyegarkan sekaligus latian vokal, pilem ini patut ditonton loh..

*sings* Mamma Mia, here i go again..My my, how can i resist you..

Note: gambar diambil dengan semena-mena dari sini.. πŸ˜›

The X-files: without X?

Okey,sebenernya selain aku memang pengen nonton filmnya -yahh..the x-files gitu loh.. Sapa sih yang gak kenal mulder and scully?-, aku pengen membuktikan apa kata Kompas hari minggu (27 juli 08)Β kemarin mengenai film ini. Baca kompas mingguΒ kemaren gak? singkat kata, reviewnya secara keseluruhan bisa dibilang ga ada yang positif. Malah katanya film ini antiklimaks. Nah, penasaran dong? Emang segitu jeleknyakah?

Jadi, cerita ini dimulai saat FBI sedang melakukan pencarian salah seorang agennya yang dinyatakan hilang dan dicurigai diculik oleh seseorang. Infoinfo yang FBI dapat berkaitan dengan kasus ini ternyata berasal dari seorang psychic yang ternyata ada benernya juga. Tumben kan? FBI kok percaya ama paranormal? Si psychic ini ternyata seorang pastor, tersangka paedofil, yang ditahan dalam kompleks tahanan khusus paedofil.

Garagara ada hubungannya ama psychic atau bisa dibilang halhal yang dianggap aneh ato gak nyata, jadi si FBI meminta bantuan mulder and scully -yang saat ini sudah bukan FBI lagi- karena dianggap pernah berpengalaman menangani kasuskasus model beginian. Alien, special creature, psychic dan halhal lain yang masuk ke dalam x-files. Akhirnya mulder and scully pun terlibat dalam kasus ini. Tapi teteeup, semua info dan petunjuk tentang korban dan pelaku berasal si psychic itu. Akhirnya semua petunjuk membawa mereka ke titik terang, apa yang sebenernya terjadi.

*spoiler alert*
Yang mengecewakan, itu semua petunjuk, benerbener cuma berasal dari si psychic! ya terakhir terakhir untuk bagian ‘kesimpulan’, baru deh si scully yang punya jatah. Trus muldernya? Ya udah siiii…dia mah cuma hayyuk aja ngikutin si psychic…ampun deh.. Paling cuma bagian ‘eksekusi’ doang…yang mergokin pelaku..bis tu ya udah.. Haduhh..mana awal awal bikin ilfil lagi..brewokan gitu!! Duhhh, cukur dulu napa mas..? Yahh, kalo aku cuma suka dengan hubungan mulder and scully yang dah gak kaya dulu, they’re now couples πŸ™‚

Hmmmm…satu lagi…ni film kayaknya apdet banget, soalnya mengingatkan aku sama peristiwa heboh akhirakhir ini tentang serial killer…*sumpah jadi merinding*. Serius, mirripp bgt..ya gak mirip bgt sih, tapi yaa mirip mirip lahh.. Dah tau kan? Ndak perlu ditulis disini to? Kalo penasaran nonton aja… πŸ˜€

But don’t expect too much.. Definitely no aliens, no creepy creatures, no such mysteries, it’s just another FBI’s case file, with no X.

gambar diambil dari sini.